Jasa Arsitek Indonesia – Suatu pagar rumah dapat menyediakan beberapa hal, yaitu privasi, penghalang cuaca, menjaga anak atau hewan peliharaan, perlindungan dari penyusup, atau sekadar dekorasi saja. Dengan memutuskan mana yang paling penting bagi Anda, maka akan mengarahkan Anda untuk memilih jenis pagar rumah apa yang akan dibuat.

 

Desain dari pagar rumah hanya dibatasi oleh imajinasi Anda. Cara terbaik untuk memulainya adalah dengan melihat pagar rumah lain di wilayah Anda, melihat-lihat dari buku atau internet, dan tentu saja dari majalah. Ada berbagai jenis dari pagar, yaitu kawat, panel, picket, gaya peternakan, dan lain sebagainya. Teknik cara memasangnya rata-rata serupa.

 

Tinggi Pagar Rumah

Tinggi pagar bagian depan yang ideal adalah satu meter. Tapi kalaupun ingin membuat pagar yang lebih tinggi dari satu meter, sebaiknya gunakan material terbuka. Tidak tertutup secara masif seperti pagar pabrik dan benteng sebuah keraton.

 

Tinggi pagar depan satu meter atau kurang dari satu meter, masih memungkinkan penghuni rumah berkomunikasi dengan tetangga dan orang-orang yang ada di luar rumah. Bila sedang duduk-duduk di teras rumah, penghuni rumah masih bisa bertegur sapa dengan tetangga yang melintas di depan rumah.

Untuk pagar belakang, tinggi pagar bisa saja sama dengan tinggi dinding rumah, 3-4 meter. Pagar yang tinggi ini selain sebagai untuk menjaga keamanan, pagar bagian belakang biasanya jarang dilalui. Bahkan bisa juga ditutup rapat untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

 

Bahan Pagar Rumah

 

Bahan pembuat pagar rumah bisa dari besi tempa dengan ornamen tertentu yang bisa memperindah pagar sehingga dapat menunjang eksterior rumah. Selain besi tempa, bisa juga campuran besi, beton, dan kayu. Campuran ini akan lebih artistik bila disusun dengan perhitungan yang tepat sehingga pagar benar-benar sedap dipandang mata.

 

Bagi penghuni rumah yang rajin, pagar hidup akan lebih baik. Selain membuat rumah lebih asri, pagar hidup akan terlihat lebih nyaman dan bersahabat dengan alam dan lingkungan. Tentunya tanaman yang dipakai sebagai pagar hidup harus disesuaikan dengan tanaman yang ada di taman. Hal ini untuk menjaga harmonisasi gaya eksterior rumah.

 

Warna Pagar Rumah

 

Tidak ada ketentuan pasti bagaimana menentukan warna pagar. Yang pasti bagi orang-orang yang mempunyai jiwa seni, warna pagar biasanya disesuaikan dengan warna rumah dan gaya rumah.

 

Untuk rumah bergaya klasik, warna besi lebih dipertahankan. Untuk rumah minimalis, warna alami seperti warna kayu dan warna batu pualam yang dipakai sebagai campuran pagar, bisa dipakai. Rumah-rumah berwarna permen biasanya akan membuat pagar yang berwarna cerah pula. Warna cerah yang bisa dipakai adalah oranye, ungu, merah, dan merah muda.

 

Pagar Rumah – Ornamen Besi Tempa

 

Pagar rumah yang menggunakan besi tempa bisa berkreasi dengan leluasa. Besi tempa bisa dibentuk seperti bunga, daun, wajah lucu, atau campuran antara bunga, daun, dan bentuk-bentuk artistik lainnya. Ujung besi juga kadang dibuat runcing.

 

Pagar Rumah – Beling dan Setrum

 

Untuk menjaga keamanan, ada juga yang memasang beling-beling kaca yang tajam di pagar rumahnya. Bahkan ada yang memasang setrum listrik. Hal ini sah-sah saja dilakukan. Akan tetapi hendaknya pemasangan ini sudah dipertimbangkan masak-masak, jangan sampai membahayakan orang-orang yang tak berdosa terutama anak-anak. Apalagi bila pagar tersebut berdekatan dengan pohon yang menghasilkan buah kesukaan anak-anak.

 

Perencanaan Memilih Pagar Rumah

Baca juga : Jasa Perbaiki dan Rombak Ulang Rumah Paling Bermutu di Manado

Ketika tiba waktunya untuk merencanakan, memilih atau mendesain pagar rumah, maka Anda mungkin kewalahan dengan begitu banyak jenis pagar rumah dari kayu dan pilihan-pilihan lainnya. Tapi, dalam memilih pagar rumah dari kayu ini bisa mempertimbangkan dua hal, yaitu dari bentuk dan fungsinya.

 

Dari hal “bentuk” pagar rumah, tentu dengan mempertimbangkan gaya atau tampilan, sedangkan “fungsi” pagar rumah dengan mempertimbangkan tujuan praktis dari pagar rumah tersebut.

 

Untungnya, terkadang ada hubungan yang sangat erat antara bentuk dan fungsi. Namun hal tersebut tidak selalu terjadi. Misalnya pagar rumah dari kawat dan produk logam lainnya seringkali dibuat sebagai pagar rumah dengan keamanan tingkat tinggi. Maka dari itulah, jika fungsi yang dimaksudkan bagi pagar rumah Anda demi keamanan, Anda harus memilih antara bentuk dan fungsi.

 

Jika mengutamakan gaya dari rumah, maka Anda pasti ingin memiliki pagar rumah dari kayu. Namun jika lebih peduli pada keamanan, maka sebaiknya Anda memilih pagar dari logam, biasanya besi atau baja.

 

Jenis Pagar Rumah Berdasarkan Bentuk

 

Dalam memilih jenis dari pagar rumah kayu, maka pertimbangkan seluruh kompatibilas yang potensial, baik dari gaya rumah maupun dengan gaya desain lanskap. Penyesuaian desain pagar rumah tersebut contohnya adalah sebagai berikut.

 

Pagar rumah dari kayu dengan bentuk split rel atau bentuk seperti rel yang melintang. Desain ini ditandai dengan susunan yang kasar dan beralur serta bentuk rel yang selalu menjadi favorit rumah yang bergaya peternakan dan desain lanskap dengan tema Amerika Serikat Barat Daya.

Pagar rumah dari kayu dengan bentuk picket atau bilah kayu yang tersusun arah vertikal. Bentuk ini sesuai untuk rumah gaya pondok atau desain lanskap yang terinspirasi oleh taman pondok Inggris.

 

Jasa Arsitek Rumah yang berpengalaman dan profesional banyak dicari seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya dalam mewujudkan rumah impian. hub 081245093478

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here