Jasa Arsitek Indonesia – Kota Palangka Raya adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini memiliki luas wilayah 2.400 km² dan berpenduduk sebanyak 376.647 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 2.067 jiwa tiap km² (Sensus 2015). Sebelum otonomi daerah pada tahun 2001, Kota Palangka Raya hanya memiliki 2 kecamatan, yaitu: Pahandut dan Bukit Batu. Kini secara administratif, Kota Palangka Raya terdiri atas 5 kecamatan, yakni: Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Sabangau, dan Rakumpit.

 

Kota ini dibangun pada tahun 1957 (UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah) dari hutan belantara yang dibuka melalui Desa Pahandut di tepi Sungai Kahayan. Sebagian wilayahnya masih berupa hutan, termasuk hutan lindung, konservasi alam serta Hutan Lindung Tangkiling. Pada saat kota ini mulai dibangun, Presiden Soekarno merencanakan Palangkaraya sebagai ibukota negara di masa depan, menggantikan Jakarta. Palangka Raya merupakan kota dengan wilayah terluas di Indonesia atau setara 3,6 kali luas Jakarta.

 

Rumah di lahan yang miring biasanya tidak di sukai orang, tetapi ada juga beberapa orang justru menyukai membangun rumah di lahan yang miring. Ada yang membangun rumah dengan cara meratakan terlebih dajulu permukaan tanahnya atau membiarkan begitu saja. Sebetulnya memiliki tanah yang permukaannya miring tidak perlu diratakan, justru kondisi seperti itu dapat kita kreasikan menjadi daya tarik rumah tinggal kita.

 

Beberapa keuntungan yang di miliki lahan miring adalah sebagai berikut:

 

Harga tanah yang murah bila di bandingkan dengan tanah yang landai / rata permukaannya.

Rumah akan terlihat unik.

Mencerminkan jiwa muda dan berselera seni tinggi sang pemiliknya

Nilai jual rumah akan melambung tinggi, jika kita berhasil membuat rumah yang apik dengan memanfaatkan kontur tanah.

Lalu bagaimana cara membangun rumah di lahan yang miring dengan baik. Hal yang harus di perhatikan adalah bagaimana posisi kemiringannya, apakah miring ke arah depan samping bangunan nantinya. Lalu bagaimana ketinggian kemiringan tanah, posisi jalan, luas lahan, apakah ada bangunan di sekitar lahan yang akan dibangun.

Baca juga : Jasa Arsitek Indonesia Terbaik di Kota Pontianak

Setelah data tentang lahan yang miring telah lengkap, barulah dibuat gambar desain rumah yang memperhatikan tata letaknya, misalnya menghadap ke mana, berapa panjang dan lebarnya, memanjang atau melebar, di mana posisi carport, taman, sumur resapan. Dengan lahan miring, kebanyakan ahli bangunan menyarankan agar rumah dibuat bertingkat.

 

Dengan struktur bertingkat, tentu akan menghemat ongkos pengurukan. Kalaupun ada yang harus dikeruk untuk meratakan, tentu hanya sebagian kecil saja. Jika elevasi kemiringannya tak besar, perbedaan tinggi permukaan ruang satu dengan lainnya dapat dihubungkan dengan tangga landai. Sedangkan jika elevasinya tajam, ada bagian yang harus dikeruk dan bagian lain diuruk. Letak seninya ada pada naik turun atau tinggi rendahnya ruangan yang dibuat. Beda ketinggian itulah yang menyebabkan rumah itu disarankan di bangun bertingkat.

 

Di bawah tangga, pasti akan ruang kosong yang atasnya miring, ini tidak  cocok untuk ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, apalagi ruang tidur. Anda bisa menggunakan ruang kosong tersbut sebagai kamar mandi atau gudang atau untuk menempatkan rak atau lemari yang sengaja dibuat mengikuti kemiringan tangga. Di situ dapat disimpan berbagai perkakas atau barang-barang tumah tangga seperti pecah belah atau perkakas dapur.

 

Bentuk rumah yang Anda bangun di tanah miring nantinya bebas sesuai dengan keinginan. Anda bisa konsultasikan pada ahlinya, karena membangun rumah dengan permukaan tanah yang miring perlu perencanaan dan perhitungan yang khusus. Demikian sedikit penjalasan dari kami tentang cara membangun rumah di tanah yang miring. Semoga bermanfaat

Jasa Arsitek Rumah yang berpengalaman dan profesional banyak dicari seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya dalam mewujudkan rumah impian. hub 081245093478

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here